Potret Kehidupan Desa Kinahrejo Pasca Erupsi, Merapi

25 Aug 2013

Gunung Merapi terletak di Kabupaten Sleman, profinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan beberapa Kabupaten di Provensi Jawa Tengah seperti Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten. Sedangkan Desa Kinahrejo merupakan dusun yang paling dekat dengan gunung merapi, menuju pintu masuk pendakian gunung merapi yang jaraknya kira-kira radius 6 km dari lereng kaki gunung merapi.

Gunung Merapi pasca erupsi

Gunung Merapi pasca erupsi

Menurut cerita masyarakat setempat, Kampung Kinahrejo sebelum terjadi letusan gunung Merapi tahun 2010 lalu sangat ramai dikunjungi para turis lokal maupun mancanegara. Merupakan salah satu keajaiban alam yang pesonanya sangat memukau. Biasanya wisatawan yang menuju kesana melalukan kegiatan outbond, camping, treeking, budaya labuhan, kali kuning dan kali adem.

Tradisi Kejawen yang ada di kampung Kinahrejo sampai sekarang masih sangat kental dengan adat upacara labuhan Gunung Merapi dari keraton Yogyakarta yang diadakan setiap bulan Rejeb. Wisatawan yang datang selalu tertarik untuk menyaksikan upacara labuhan, Jathilan, Kethoprak, Wayang kulit dan Sholawatan.

Upacara Labuhan: Upacara Adat Labuhan Gunung Merapi merupakan rangkaian upacara yang dilaksanakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam rangka peringatan jumenengan Ndalem Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diselenggarakan setiap tanggal 30 bulan Rejeb penanggalan Jawa. Dinamakan labuhan merapi karena upacara ini berkaitan dengan melabuh perlengkapan ke Gunung Merapi oleh pihak Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat.

Jathilan: merupakan seni bela diri Napak Tilas sekaligus tempat penjualan beragam kenang-kenangan buatan warga Kinahrejo. Mulai dari stiker, kaus, payung, buku, foto, dan lain sebagainya, hasil penjualannya akan dikumpulkan untuk membiayai rekonstruksi Dusun Kinahrejo Baru.

Ketropak: berwujud permainan irama para pria dengan alat tabuhan kendhang, terbang, dan suling yang dilakukan di dusun saat bulan purnama disebut Gejog. Carita yang diselenggarakan yaitu : Warsa - Warsi, Kendana Gendini, Darma - Darmi, dan sebagainya.

Wayang kulit: seni tradisional Jawa yang bermakna ‘bayangan’ karena penonton dapat menonton wayang dari balik layar atau merupakan bayangannya saja. Supaya dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya akan tampil di layar. Wayang kulit ini dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, diiringi musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden.

Sholawatan: Desa Kinahrejo mayoritas beragama muslim. Tak heran masyarakat disana selalu melakukan ritual Sholawatan yang biasanya diadakan setiap malam jumat, untuk mendoakan para korban gunung merapi dan meminta keselamatan masyarakat sekitar agar terhindar dari bencana, mengingat gunung merapi merupakan gunung yang teraktif di dunia.

Desa Kinahrejo kini telah pulih pasca terjadinya erupsi gunung merapi memuntahkan lava dingin yang berupa pasir dan batu-batuan. Hal ini dimanfaatkan oleh warga desa Kinahrejo untuk membuka tempat wisata Lava Tour di kaki gunung Merapi. Mata pencaharian penduduknya adalah peternak sapi perah yang menghasilkan susu sapi murni. Walaupun hasilnya tidak sesukses pada tahun sebelum erupsi 2010 akibat sapi banyak yang mengalami luka bakar dan stress, sehingga kualitas susu yang dihasilkan kurang bagus. Namum masyarakat telah bangkit dari keterpurukan berkat kerjasama warga dalam bergotong royong membangun kembali desanya yang telah rata dengan tanah, kini sedikit demi sedikit sudah mulai ditanami bibit pohon pisang.

Petualangan saya ketika berkunjung ke lereng gunung Merapi mencairkan rasa penasaran saya pada keadaan kehidupan kampung kinanrejo. Sembari was-was berada disana walaupun gunung merapi sekarang sudah lebih tenang.
Sempat nyasar karena saya tidak tau arah jalan pulang, namun saya merasa lega karena penduduk desa Kinahrejo terkesan sangat ramah terhadap para pengunjung, malah saya sempat disuruh mampir ke salah satu warga disana. Kemudian saya bertemu dengan sahabat lama (Catur) yang kebetulan sedang me-guide rombongan turis mancanegara yang tengah touring dengan mengendarai mobil Terios memang lincah untuk diajak traveling, apalagi medannya lika-liku, pas banget deh dengan kebandelannya.

Saya tak berani mendekati kawah merapi, itu sama saja bunuh diri. Akan tetapi, kata Catur, kalau mau melihat kawah gunung merapi dari jauh, kita bisa meneropong dari kota Magelang.

Tulisan ini di posting dalam rangka mengikuti lomba blog #terios7wonders yang diselenggarakan oleh Daihatsu dan BlogDetik

865c9fd14477a351570ef4dda8938f4f_e303b4e893b3d40602b2ccbafad3e0cd_sevenwonders

Refrensi:
http://unitedofnothing.wordpress.com/2010/12/26/napak-tilas-kinahrejo/
http://gudeg.net/id/directory/72/1832/Upacara-labuhan-Merapi.html#.Uhm0RGpcX1Q


TAGS wisata kontes blog kompetisi 7wonders Daihatsu Terios BlogDetik


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post