Mari Bantu Wujudkan ‘PLN Bersih’

27 Oct 2013

Demam KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) Kini sangat mewabah di Indonesia. Lihat saja pemberitaan di televisi maupun di media masa selalu menjadi berita utama yang membahas kasus KKN. Sepertinya tak pernah jera para pejabat saat ini makin banyak yang terjerat kasus KKN, gemar keluar masuk penjara sudah menganggap hal tersebut sangat lumrah. Masuk buih bagaikan sewa hottel mewah saja.

Masyarakat makin krisis kepercayaan, masih adakah instansi yang bebas KKN? Dan sekarang ini, dalam rangka hari Listrik Nasional yang ke 68, PLN makin gencar mengkampayekan bahwa ‘PLN Bersih no suap’. Mungkinkah PLN bersih? Perwujutan PLN Bersih ini masih perlu pengujian kelayakan. Namun, sudah selayaknya PLN Bersih dari suap. Apa jadinya kalau PLN ternyata main ‘kotor dibelakang’, yang ada rakyat kecil makin tertindas dan hutang negara makin meningkat.

Pengharapan masyarakat pada ‘PLN Bersih anti suap’ sangatlah besar. Karena betapa pentingnya Listrik bagi kehidupan. Dunia bagaikan kiamat jika tak ada PLN. Bukan saja sebagai penerangan, tapi sebagai sumber kehidupan dan pencaharian. Lihat saja status media sosial ketika sebagian daerahnya terjadi pemadaman listrik, hampir semuanya mengeluh bahkan mencaci PLN. Terlihat wajar sih, pasalnya jika PLN mengalami pemadaman, segala aktifitas akan terhenti. Mulai dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga seperti menyetlika, memasak, menonton TV, penggunaan air, hingga berujung pada terganggunya rutinitas pekerjaan akan menjadi terhambat. Bisa jadi akan merugi jika terjadi pemadaman listrik terlalu lama.

Nah, pertanyaannya bagaimanakah cara agar PLN benar-benar bersih? Rasanya sangat sulit jikalau semua orang tidak ikut mendukung. Marilah kita berkesadaran diri untuk menghentikan gerakan KKN yang sebenarnya merugikan negara juga rakyat kecil. Yuk, kita dukung program PLN Bersih, melalui penulisan blog ini paling tidak saya ikut menyerukan dan mengampayekan bahwa PLN Bersih ini memang sungguh-sungguh dicanangkan, namun tidak serta merta hanya sebagai slogan ‘PLN Bersih no suap’ belaka, percuma juga kalau para blogger dan masyarakat mendukung ‘PLN Bersih, namun tidak terbukti pada kenyataannya, bahkan sejumlah opnum karyawan PLN masih saja terlibat KKN.

Peran karyawan atau petugas PLN juga harus mendukung dengan adanya ‘PLN Bersih anti suap’. Pada prakteknya dilapangan, petugas PLN sering terlihat malas mengecek meteran listrik disetiap rumah sehingga bertindak seenaknya saja untuk mengkalkulasikan biaya listrik dan menyamaratakan setiap bulannya dengan yang lainnya. Ini sering dikeluhkan pada sebagian masyarakat sekitar. Bahkan Kakek saya sering curhat tentang masalah pembayaran listrik. Biasanya kakek rutin (tidak pernah absen) membayar listrik sekitar 80-100 ribu per bulan dengan daya listrik 450watt. Penggunaan listrik di rumah Kakek terbilang standar saja, paling cuman TV, lampu, dan penggunaan air saja. Namun, waktu itu sudah 6 bulan petugas PLN tak pernah mengecek meteran listrik di rumah Kakek. Pembayaran bulan berikutnya tiba-tiba Kakek ditarik biaya listrik sebesar 1 juta. Ini benar-benar diluar perkiraan. Setelah ditanyakan ke kantor PLN, pimpinan PLN waktu itu berdalih beralasan bahwa meterannya rusak/nyandat. Tentu saja itu sangat tidak fair dan sangat merugikan pelanggan.

Itu dulu, cerita nyata 11 tahun yang lalu. Jangan sampai cerita itu terulang kembali. Kini PLN sudah jauh lebih baik lagi. Terbukti sekarang ini PLN sudah merubah sistem penarikan listrik, yang dulu menggunakan meteran manual dan sekarang ini sistem tersebut telah berubah dengan sistem pulsa prabayar yang dirasa lebih jujur dan lebih hemat, tinggal pakai sesuai kebutuhan pengguna. Pelanggan (termasuk saya) pun merasa puas dengan sistem ini. Misalkan saja jika rumah dalam keadaan kosong/sedang liburan ke luar kota, kita bisa mematikan saklar listrik dengan sementara, sehingga pulsa listrik akan terhenti. Dengan begitu listrik lebih irit, pulsa awet dan tahan lama. Penggunaan listrik terjamin, sudah pasti akan semakin produktif.

Kita sebagai pemilik pulsa listrik prabayar lebih bertanggung jawab dan lebih disiplin penuh dengan pengisian pulsa tersebut. Kalau pulsa habis ya otomatis listrik mati begitu saja.

Kartu Kendali Listrik prabayar.

Kartu Kendali Listrik prabayar.

Dalam hal ini, pulsa listrik dirasa sangat menguntungkan pelanggan, meminimalkan kecurangan-kecurangan pencurian listrik, juga berpengaruh positif terhadap PLN untuk mengurangi tunggakan listrik. Jadi dengan adanya pulsa listrik prabayar, PLN tak perlu repot memutuskan listrik secara sepihak kepada pelanggan yang sering telat membayar. Inilah perwujutan PLN bersih, anti suap. Semoga kedepannya PLN bisa meratakan dengan memasang/penggunaan sistem pulsa prabayar ini disetiap rumah, sehingga PLN bisa lebih fokus dengan kinerja pembenahan fasilitas-fasilitas yang lainnya agar lebih baik lagi.

Dengan demikian saya semakin mantap 100% mendukung PLN Bersih anti suap. Apalagi dengan tersedianya media sosial seperti facebook PLN dan twitter @PLN_123, menandakan keterbukaan PLN dalam melayani masyarakat, memudahkan pelanggan lebih leluasa untuk mengungkapkan keluh kesah/uneg-uneg jika ada kecurangan atau kenakalan karyawan PLN. Selain itu, PLN juga memberikan kemudahan pelayanan seperti tambah daya, pasang baru, ganti nama, cukup dengan menelepon ke 123 atau ke Call Center PLN.

(.*)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ‘Blogger dukung PLN bersih yang diselenggarakan oleh PLN dan BlogDetik.com.”


TAGS PLN Bersih #PLNBersih


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post